Javascript DHTML Drop Down Menu Powered by dhtml-menu-builder.com
 

IDENTITY IS DESTINY (REFLEKSI 80 TAHUN SEMINARI MENENGAH MATALOKO)

Jum`at, 5 Februari 2010 10:08:46 Oleh : admin

Belum lepas dari ingatan kita, Perayaan Besar 75 tahun (Intan) Seminari Mataloko di tahun 2004 yang dilansir oleh koran Flores Pos ini selama beberapa hari pada waktu itu, sebagai sebuah milestone sejarah gereja lokal Keuskupan Agung Ende, khususnya. Waktu terus mengalir, tak terasa pada tanggal 15 September 2009, seminari ini merayakan dies natalis-nya yang ke-80. Perayaan ini dilaksanakan secara sederhana, tidak seperti Perayaan Intan yang lalu. 
Seminari ini adalah seminari tertua kedua di Indonesia setelah Seminari Menengah Mertoyudan di Jawa Tengah. Berawal dari ide cemerlang Mgr. A. Verstraelen,SVD, sebuah seminari menengah harus dibangun di Flores.Tantangan itu dilaksanakan oleh P. Fransiskus Cornelissen, SVD dengan membangun satu seminari kecil di Sikka pada tahun 1926 lalu dipindahkan ke Mataloko pada tahun 1929.Tahun 1929 menjadi titik awal menghitung umur kronologis Seminari Mataloko sampai berumur 80 tahun, tahun ini. Dari sejarahnya boleh dikatakan seminari ini adalah salah satu opera magna dari SVD.
Secara manusiawi, 80 tahun adalah umur yang panjang dan kaya, hasil dari jatuh-bangunnya, gagal-suksesnya, perjuangan, pertempuran, semacam mors et vita duello conflixere mirando, duel antar kekuatan kehidupan/rahmat dan kekuatan kematian/dosa-kelemahan manusia,dan dimenangkan secara mulia oleh kekuatan kehidupan. Kekuatan kehidupan yang menang itu nampak dalam berkat imamat yang tak pernah kering menyuburkan iman umat di seantero jagat, belum terhitung lagi kaum awam yang bermutu,terserap di seluruh lapisan sosial masyarakat kita.Bukan kebetulan pada hari puncak tanggal 15 September 2009, disyukuri juga buah-buah imamat berupa beberapa imam baru, beberapa imam yang merayakan Perak Imamat termasuk Rm.Benediktus Daghi,Pr (Preses Seminari Mataloko sekarang), Pancawindu imamat Rm.Lukas Nong Baba Pr, Emas Imamat Rm.Ferdinandus da Cunha,Pr. dan syukur 2 Uskup baru alumni Seminari Mataloko, Mgr.San Silvester, Pr (Uskup Denpasar) dan Mgr.Edmond Woga,CSsR (Uskup Weetebula Sumba).
Sejarah panjang itu turut membentuk identitas institusi ini. Identitas adalah suatu kondisi yang tetap dalam perkembangan waktu dan menjadi milik tetap individu/ institusi tertentu. Identitas menurut Erikson menjadi matang lewat krisis-krisis kehidupan dari tahap-tahap kehidupan yang panjang. Menjadi kepribadian. Menjadi the condition of being the same dalam rentang waktu menuju masa depan. Menjadi the character of persisting essentially unchanged. Identitas personal/institusional menurut Laurence D. Ackerman (Identity is Destiny, Gramedia, 2004: 90) bersifat tetap melampaui waktu dan tempat namun manifestasinya berubah sesuai jamannya. Menurutnya, identitas terdiri atas unsur-unsur antara lain: hukum kehidupan, hukum individualitas, dan hukum ketetapan.
Demikian kita memandang seminari sebagai sebuah institusi yang memiliki identitas, kepribadian, karakter yang tetap tapi berubah dalam manifestasinya sesuai tantangan dan kebutuhan jamannya, melewati krisis-krisis kehidupan. Seminari perlu membuat analisa identitas, yakni proses kontinual-sirkuler, terus-menerus melakukan konstruksi, dekonstruksi yang diikuti dengan rekonstruksi atas dirinya.Segala sesuatu dilucuti dan diletakkan bersama-sama lagi dalam sebuah cara yang terarah pada keseluruhan dirinya.


HUKUM KEHIDUPAN:
Ini adalah unsur pertama dari identitas: kehidupan. Laurence (2004: 19) katakan institusi apapun memiliki kehidupan dalam dirinya sendiri dengan menunjukkan kemampuan fisik, mental, dan emosi yang berbeda-beda yang berasal dari, sekaligus melampaui, setiap individu yang membuat institusi itu bertahan hidup. Institusi tidak sekedar berada (to exist) melainkan ia hidup (to live). Sebuah institusi yang sekedar berada berarti ia cuma melanjutkan untuk membuat apa yang diharapkan orang lain terhadap dirinya. Sedangkan institusi yang hidup berarti mengejar apa dipercayainya sebagai yang penting dan benar. Institusi yang hidup selalu yakin akan dirinya dengan seluruh visi dan misinya. Dia bukan sekedar reaktip terhadap tantangan dan tuntutan masyarakat, melainkan proaktip membawa visi-misinya yang benar.
Seminari adalah institusi yang hidup sebab ia memiliki dirinya dengan seluruh sejarah dan arah tujuan yang terumus dalam visinya. Visinya jelas,contoh rumusan visi Seminari Mataloko: terwujudnya calon imam yang tekun membina diri menjadi pribadi yang matang dan seimbang dalam hal sanitas, scientia, sapientia, socialitas, sanctitas; memiliki kedisiplinan, ketaatan, keugaharian, mencinta kerja tangan, tanggap dan kritis terhadap tanda-tanda jaman menuju imamat. Visi itu meresap menjadi keyakinan, spirit, dan perjuangan tiada hentinya walaupun ia berhadapan dengan godaan-godaan duniawi yang hendak mengalihkan visi dan misinya itu.Uskup Agung Ende, Mgr Vinsen Sensi,Pr dalam satu pertemuan dengan para formator Seminari Mataloko di tahun 2009 pernah berkata: seminari tetap adalah lembaga pendidikan calon imam, bukan lembaga pengkaderan kaum awam (walaupun kenyataan mengatakan sebagian besar outputnya menjadi awam yang baik).

HUKUM INDIVIDUALITAS:
Ini adalah unsur kedua dari identitas: individualitas. Kemampuan-kemampuan manusia dalam institusi selalu bercampur menjadi identitas yang dapat dilihat,yang membuat institusi itu menjadi unik (2004: 58). Institusi merupakan keseluruhan dari bagian-bagian yang memiliki identitas yang individual. Institusi merupakan sinergi dari semua unsur (chemistry) yang membentuknya. Semua individu di dalamnya memberi warna sehingga ia menjadi unik. Pada titik ini kepemimpinan menjadi sangat penting untuk membuat sel-sel itu bekerja secara sinergis dan menghasilkan yang terbaik.
Seminari Mataloko adalah institusi yang unik,yang terbangun dari anasir yang berbeda-beda: ada unit sekolah,unit asrama,unit pembina dan guru,unit dapur,unit karyawan/ti dan pegawai,unit perkebunan, dan perbengkelan. Unit-unit ini berada di bawah kepemimpinan seorang Preses dan Dewan Rumah yang memanagenya dengan kebijaksanaan dan cinta. Setiap individu di dalam seminari menjadi salah satu batu dari bangunan besar seminari yang satu dan sama. Mereka dalam keunikannya masing-masing bekerjasama untuk membangun individualitas institusi seminari. Mereka berlangkah bersama dengan visi dan misi yang sama: membentuk calon-calon imam yang tangguh.
Walaupun seminari itu unik dan individual tapi ia tidak menjadi monastik (tertutup). Seminari berelasi dengan Uskup sebagai Pemilik Utama seminari, dan berelasi dengan stakeholders yang lain seperti umat dan komite sekolah serta pemerintah.Umat selalu menjadi lahan penghasil bibit-bibit calon imam selain ikut bertanggungjawab atas keberadaan/keberlangsungan seminari. Keterlibatan umat dapat juga dilihat melalui kerjasama dengan sekolah-sekolah di sekitar seminari.
Sudah sekian tahun terjadi kerjasama yang konstruktip dengan komite sekolah. Orangtua yang  merelakan anaknya masuk seminari, dengan sendirinya menjadi anggota komite sekolah (selama anaknya bersekolah di seminari).Berlangkah bersama dengan visi-misi yang sama, terlebih dalam menanamkan motivasi dalam hati anak untuk mengejar imamat sebagai cita-cita hidupnya.
Relasi dengan pemerintah sudah berjalan bertahun-tahun. Tak bisa dipungkiri keduanya telah membina mutualitas symbiosis yang saling membangun, khususnya dalam bidang kurikulum sekolah, fasilitas fisik, finansial dan ketenagaan.

HUKUM KETETAPAN:
Ini adalah unsur ketiga dari identitas: ketetapan. Identitas bersifat tetap melampau waktu dan tempat,namun manifestasinya terus berubah. Bagaikan air menyesuaikan dirinya dengan tempat tampungnya. Ketetapan selalu berhadapan dengan change (perubahan) tapi tetap sifat ketetapan adalah bahwa sejumlah hal tidak berubah meskipun kelihatannya mereka berbeda. Dengan kata lain, perubahan tidak mengabaikan segala sesuatu.Seringkali yang kita lihat berubah sebenarnya tidak berubah samasekali,ada sesuatu yang tetap. Hukum ketetapan memberi batas pada perubahan: tidak pernah lepas dari ciri-ciri khas yang memungkinkan institusi membuat nilai di dunia ini (2004: 92).
Demikianlah seminari berhadapan dengan change, manifestasi-manisfestasinya banyak berubah dari masa ke masa. Sangat berbeda suasana seminari pada awal berdirinya dibandingkan dengan seminari di era millenium ketiga ini. Banyak pihak menilai dengan pelbagai parameter/standar untuk mengatakan bahwa perubahan itu positip atau negatip,apakah seminari sekarang lebih bermutu daripada yang dulu atau sebaliknya ? Dulu seminari ditangani oleh imam-imam SVD berkulit putih lalu masuk imam-imam berkulit coklat/hitam/ sawomatang, entah SVD entah Projo: ada sesuatu yang berubah ? Tentu ada banyak perubahan, tapi perubahan itu tak menghapus ciri khasnya yang tahan jaman,yang melintasi sejarah manusia, yakni ciri spiritual/ identitas rohaninya.
Identitas rohani membentuk nasib (destiny) seminari. Kerohanian menjadi kepribadian dan karakter seminari. Dalam melintasi krisis demi krisis dalam tahap-tahap perjalanan sejarahnya,identitas rohani menjadi condition of being the same. Kerohanian menjadi alasan berdiri dan berlangsungnya seminari seterusnya. Karena kerohaniannya ini maka seminari disebut juga sebagai jantung gereja.  
Tentang identitas rohani ini, kita membaca kembali Exhortasi Apostolik Paus Yohanes Paulus II yang berjudul Pastores Dabo Vobis (PDV), di dalamnya dikatakan bahwa  formasi calon imam terjadi dalam circumstances of present day namun ada aspek esensial dari imamat yang tidak berubah, yakni, entah mereka dididik pada masa lalu atau masa kini,mereka tetap menyerupai Kristus. PDV menambahkan lagi bahwa di millenium ketiga ini panggilan menjadi imam meneruskan panggilan untuk hidup sebagai imam Yesus Kristus yang permanen dan unik (PDV:5).Harapan PDV itu termanifestasi melalui seluruh proses pendidikan di seminari sebagai lembaga rohani. Dalam proses pembinaan, kerohanian mewarnai seluruh tata nilai yang ditanamkan ke dalam diri calon imam.
 Akhirnya, selamat merayakan 80 tahun HUTmu-Alma Materku: Seminari Menengah Mataloko...Ad multos annos !

 

Rm. Beni Lalo,Pr

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Aggiornamento" Lainnya