Javascript DHTML Drop Down Menu Powered by dhtml-menu-builder.com
 

DOA IBU SEPANJANG JALAN, DOA ANAK SEPANJANG MASA

Selasa, 11 November 2008 14:18:18 Oleh : admin

Dalam persiapan peregrinasi, aku bener-benar menyiapkan diri dalam hal fisik, rohani dan mental. Kebetulan pada saat itu aku mengampu sebagai bidel olahraga. Oleh sebab itu aku mensponsori teman-teman dalam melakukan persiapan fisik dengan melakukan olahraga setiap pagi secara pribadi. Adapula melakukan bersama pada saat jam olahraga seperti berjalan-jalan sampai kealun-alun dan tempat peternakan ikan sampai terminal bus Tegal. Dalam mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan peregrinasi, aku memang benar- benar menyediakan diri, dalam hal fisik, mental dan rohani. Apalagi mendengarkan rute perjalanan kami menuju rute Tegal – Kuningan – Tegal pergi pulang. Dalam hati aku merasa mimpi apa aku semalam sehingga aku bisa menginjakan kaki di tanah Jawa yang bagian barat itu. Apalagi dengan tujuan berziarah kegua Maria Cisantana, Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan.
Dalam perjalanan peregrinasi itu yang aku dapatkan adalah aku semakin dekat dengan Tuhan. Karena dalam perjalanan itu aku selau menyerahkan diriku seutuhnya kedalam tanganNya. Doa yang paling mujarab dan membantuku dalam persiaraan itu adalah doa “Rosario”. Bunda Marialah yang menjadi andalanku. Entah berapa banyak butir Rosario yang ku doakan. Dari semuanya itu Tuhan Yesuspun menjadi andalan dalam hidupku. Sehingga dari pengalaman peregrinasi ini membuat aku semakin mencintai doa. Terutama doa pribadi dan doa umum yang ada di TORSA ini. Khususnya latihan rohani St. Agustinus dalam Anotasi 19. Semoga ini menjadi pengalaman doa yang paling berharga dalam hidupku.

Fr. Darius Belen

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Refleksi Seminari" Lainnya