Seminari Menengah Pius XII Kisol

 


 
 

 SEMINARI MENENGAH PIUS XII KISOL
KEUSKUPAN RUTENG

 

 

I. DATA UMUM

 

a. Nama Lengkap Seminari : SEMINARI MENENGAH PIUS XII
b. Alamat Lengkap Seminari : Borong 86571, Flores Nusa Tenggara Timur
c. No. Telepon : 0813-39122344
d. Alamat Email : --
e. Status Seminari : Milik Keuskupan Ruteng


       
II. DATA ORGANISASI DAN PERSONALIA.

 

1.  Staf dan situasi khusus seminari.

a. Nama Lengkap Rektor :
R.D. Emmilianus Sarimas
b. Jumlah Tenaga Pembina :
13 orang
c.  Tingkatan Seminari : SMP dan SMA (Gabung dengan sekolah)

            
2.  Data Siswa
Jumlah Siswa Seminari Tahun ajaran 2007 - 2008

 

SMP : 238 Siswa
SMA      
Kelas I : 41 Siswa
Kelas II : 36 Siswa
Kelas III : 43 Siswa
Total : 358 Siswa

   
 
 III. VISI DAN MISI SEMINARI
 
Motto Seminari : Opus Iustitiae Pax
 
Visi :
Manusia muda beriman kristiani yang mampu mengintegrasikan secara seimbang dimensi kekudusan [sanctitas], keilmuan, kepandaian [scientia], kesehatan [sanitas], kebijaksanaan [sapientia], dan kesetiakawanan [solidaritas]  sesuai dengan tahap-tahap perkembangannya dalam menjawab panggilan menjadi imam.
 
Misi :
Untuk mewujudkan Visi integratif tersebut, siswa Seminari yang dibina serta dididik di lembaga pendidikan Seminari 'Pius XII' Kisol diarahkan pada pengembangan misi menurut aspek-aspeknya sebagai berikut:


(1)     Aspek Kekudusan (Sanctitas) yang dapat dicapai melalui:

  • Usaha untuk terus mencintai dan menghayati nilai-nilai Kitab Suci, Injili
  • Usaha untuk terus mencintai dan menghayati ajaran resmi gereja (magisterium)
  • Usaha mengembangkan kehidupan Liturgi/Peribadatan
  • Usaha mengembangkan kehidupan Doa, Latihan rohani, dan devosi
  • Usaha pendampingan untuk mengembangkan kehidupan rohani

 
(2)       Aspek Keilmuan/Pengetahuan (Scientia) yang terarah pada:

  • Usaha mengembangkan pengetahuan dan keterampilan
  • Usaha mengembangkan sikap kritis dan ilmiah
  • Usaha memperluas wawasan berpikir sesuai tuntutan perkembangan zaman
  • Usaha menyebarluaskan pengetahuan yang bersifat mencerdaskan dan mencerahkan masyarakat
  • Usaha mengembangkan metode kerja yang sistematis dan metodologis berdasarkan kriteria keilmuan tertentu.

 
(3)       Aspek Kesehatan (Sanitas) yang mencakup kesehatan fisik dan mental terarah pada:

  • Usaha mengembangkan rasa dan sikap mencintai dan memelihara kehidupan
  • Usaha mengembangkan sikap mencintai dan menghargai kerja tangan (etos kerja)
  • Usaha mengenal diri dengan segala kekurangan dan kelebihannya
  • Usaha membina dan mengembangkan sikap tanggungjawab pribadi
  • Usaha untuk menghayati nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam kehidupan

 
(4)       Aspek Kebijaksanaan (Sapientia) yang diarahkan pada sikap untuk:

  • Menghadapi pelbagai kenyataan hidup secara bijaksana
  • Membuat pertimbangan yang matang dan kritis sebelum memutuskan sesuatu
  • Membuat keputusan yang tepat dan bersedia menerima segala konsekuensinya
  • Menentukan pilihan yang tepat berdasarkan pertimbangan prioritas nilai
  • Membedakan antara yang baik dan buruk dengan tuntunan hati nurani yang jernih

 
(5)   Aspek Kesetiakawanan Sosial (Solidaritas) terhadap sesama dan lingkungan yang diarahkan pada:

  • Usaha mengembangkan kerjasama dengan orang lain dalam persekutuan (Koinonia)
  • Usaha mengembangkan sikap dialog dan sikap toleransi (Misioner)
  • Usaha mengembangkan sikap rela berkorban (Martiria)
  • Usaha mengembangkan sikap melayani orang lain (Diakonia)
  • Usaha memelihara dan mencintai lingkungan (Wawasan Ekologis)