Kelompok Semangat
KELOMPOK SEMANGAT
TRIGGER POINTS
- Permintaan sumbangan dari seminari.
- Permintaan sebagai bapak asuh seminaris.
- Permintaan bantuan untuk memperbaiki ruang sekolah.
- Kesimpulan : sampai kapan permintaan bantuan seperti ini berubah?
KUNJUNGAN KE SEMINARI MERTOYUDAN
- Tujuan :untuk mengetahui masalah yang sebenarnya
- Masalah sangat menyentuh : keuangan; sarana-prasarana anatara lain asrama, kepustakaan, pendidikan, dan kualitas guru-murid.
- Karena keterbatasan saran-prasara meskipun visi berjangka panjang tetapi pengelolaan berjangka pendek.
- Terkesan masalah survival lebih penting dari pada development.
- Kalau Seminari Mertoyudan yang mempunyai status ‘elite’ saja berada dalam kondisi yang mendesak, bagaimana dengan seminari yang dukungan keuangannya sangat terbatas?
- Kesimpulan : harus ada peningkatan kepedulian umat – sebagai pemakai jasa pastor – kepada perkembangan seminari.
MENYATUKAN KEPEDULIAN
- Sekitar 10 orang awam bersama 2 orang rohaniwan bertemu di kanto KWI.
- Menyelesaikan masalah jangka pendek.
- Melihat kedepan.
- Kesimpulan : perlu penyelesaian structural untuk memperoleh pastor, yang secara kuantitatif dan kualitatif. ‘memadai’.
TESTING THE WATER
- Menyelesaikan ruang sekolah yang bocor (Mertoyudan).
- Membantu penyediaan computer untuk seminari tinggi di Bogor.
- Penyelesaian langsung antara donator dan seminari (tanpa perantara).
- Bantuan berupa “in kind” bukan dalam bentuk uang.
- Kesimpulan 1 : kepedulian tinggi, komitmen ada. Masalah utama adalah meng-organisasi-kan kepedulian umat. Dan tentunya memberitahukan masalah yang “gawat” yang dihadapi seminari.
- Kesimpulan 2 : membentuk kelompok semangat. (i) Semangat dan kepedulian memang satu-satunya modal yang dipunyai, bukan uang. (ii) Dengan keyakinan : “beserta dengan dan untuk Tuhan tidak ada yang mustahil”.
PENGUMPULAN DANA
- Kesediaan umat untuk membantu seminari sangat besar.
- Menghubungi dan mengumpulkan umat yang mampu dan mau.
- Menjelaskan niat dan mekanisme: yang “terpercaya”, hanya terfokus kepada seminari, dan terhindar dari penyalahgunaan.
- Membentuk dana abadi, sehingga hasil/bunga yang dipergunakan.
- Memilih “tokoh” awam dan rohaniawan yang dikenal dan dipercaya.
- Kesimpulan : respond an feedback sangat menggembirakan.
PROGRAM KERJA
- Kepustakaan
- Komputerisasi.
- Bantuan mendesak.
- Mendukung kegiatan GOTAUS.
- Masalah : identifikasi kebutuhan mendesak – structural.
- Kesimpulan : mengoptimalkan dukungan yang terbatas untuk kebutuhan yang tidak terbatas. Oleh karena itu harus jeli, tanggap dan “calculated”.
Visitors :22291 Org
Hits : 79928 hits
Month : 980 Users
