Javascript DHTML Drop Down Menu Powered by dhtml-menu-builder.com
 

PERNYATAAN DAN REKOMENDASI REGIO JAWA-BALI

Jum`at, 30 Oktober 2009 14:50:36 Oleh : admin

PERTEMUAN PARA PEMBINA SEMINARI MENENGAH REGIO JAWA-BALI
Rumah Retret Pondok Betlehem, Jedong-Malang, Jawa Timur  tanggal 1-3 Oktober 2009

PERNYATAAN

Kami, para pembina Seminari Menengah Regio Jawa-Bali telah menyelenggarakan pertemuan tahunan di Pondok Betlehem, Jedong-Malang, Jawa Timur, pada tanggal 1-3 Oktober 2009. Dalam pertemuan tersebut kami menemukan beberapa hal yang berkaitan dengan formatio di seminari menengah, sebagai berikut:

Konteks dan Keprihatinan
Seminaris sebagai seorang remaja hidup dalam situasi pergeseran tata nilai. Nilai-nilai kejujuran, ketekunan, kesetiaan, keterbukaan, dan tanggung jawab menjadi kabur.
 Kehidupan modern menawarkan banyak pilihan dan kenyamanan, seperti: having fun, chatting, facebook, internet, hp, ”budaya mall”, shopping, dugem, dll.
Kurikulum sekolah dan kegiatan seminari begitu banyak sehingga membebani.
Lingkungan sosial ditandai dengan ketidakjujuran, seperti: menyontek, mentalitas jalan pintas seperti copy-paste.
Formator sebagai pembina, pembimbing, gembala, kurang memberi teladan dan ”hati”.

Berangkat dari konteks dan keprihatinan di atas dan setelah mendapatkan masukan dari Prof. Dr. Anita Lie tentang “Pendidikan Karakter” serta berefleksi secara aktif dalam seluruh dinamika pertemuan, kami menyadari pentingnya penerapan refleksi dan discerment pribadi maupun bersama terhadap nilai-nilai yang ada, perlunya tata ulang kurikulum dan kegiatan seminari,  serta sinergi antara formator dan formandi.

Kami  menyampaikan rekomendasi sebagai berikut:
Uskup dimohon mengawal proses pendidikan nilai di seminari.
Sekretaris Komisi Seminari KWI hendaknya menyelenggarakan pertemuan para formator, khususnya praefect spiritual seminari untuk merumuskan bentuk refleksi dan pembinaan bagi para seminaris; dan menyelenggarakan penataan kurikulum yang proposional dan tepat guna bagi para seminaris.
Formator perlu mengupayakan intensitas kehadiran, sapaan dan pendampingan bagi para seminaris secara sinergis dan kontinyu.
Orang tua seminaris hendaknya memperhatikan proses pendidikan nilai di seminari. 

D. Kami merencanakan pertemuan mendatang sebagai berikut:
Pertemuan para pembina seminari regio Jawa-Bali berikutnya akan diselenggarakan di  Garum, Jawa Timur tanggal 1-3 Oktober 2010 dengan tema: “pencitraan imamat generasi millenials.”
Pertemuan seminaris seminari regio Jawa-Bali: tuan rumah Seminari Mertoyudan, Juni 2011, seminggu setelah penerimaan rapor.

Catatan:
Koordinator regio mengingatkan rektor seminari untuk membuat evaluasi dan refleksi tentang tindak lanjut hasil-hasil pertemuan regio dan pembinaan tahunan.
Rektor seminari membuat evaluasi  dan refleksi tentang tindak lanjut rekomendasi pertemuan regio dan pembinaan para seminaris pada bulan Agustus 2010 untuk dibagikan ke seminari-seminari.

Kami,
Para peserta pertemuan pembina Seminari Menengah Regio Jawa-Bali.

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Aggiornamento" Lainnya